Kamis, 20 April 2017

CEGAH BERGESERNYA BATAS NEGARA, SATGAS YONIF PARA RAIDER 503 KOSTRAD GELAR PATROLI PATOK

Batalyon Infanteri Para Raider 503 Kostrad kini tengah melaksanakan misi pengamanan di wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini (RI-PNG), tepatnya di Kabupaten Merauke, Papua.
Sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG, Yonif Para Raider 503 Kostrad mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, terlebih tugas tersebut dilaksanakan di tanah Papua yang terkenal mempunyai cuaca dan kondisi alam yang ekstrim.
Walaupun dihadapkan dengan kondisi medan yang sulit, mereka tetap menjalankan kewajiban untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara di wilayah perbatasan, diantaranya dengan menjaga Patok-Patok perbatasan. Selain menjaga agar Patok tersebut tidak dirusak atau digeser, para prajurit TNI ini juga menjaga wilayah tersebut dari pelintas batas illegal serta peredaran barang-barang illegal seperti Narkoba, minuman keras, senjata api dan munisi, maupun para pekerja illegal.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, salah satu upaya yang dilakukan Satgas Yonif Para Raider 503 Kostrad yaitu dengan melaksanakan Patroli Patok, berkeliling memeriksa kondisi maupun wilayah sekitar Patok perbatasan. Patroli Pengamanan Patok tersebut dilaksanakan oleh Pos Kotis Kaliwanggo, Distrik Sota, Kabupaten Merauke dengan mengeluarkan 1 regu berjumlah 10 orang anggota Satgas yang dipimpin oleh Lettu Ctp Elvis Aprianto.
Menurut Elvis Aprianto, tim Patroli Satgas Yonif Para Raider 503 Kostrad mulai bergerak pukul 05.30 WIT dari Pos Kotis Kaliwanggo, mereka menuju koordinat yang sudah ditentukan, dimana terdapat Patok MM 12.3. Patok tersebut merupakan salah satu dari 13 Patok tapal batas yang menjadi tanggung jawab dari Satgas Yonif Para Raider 503 Kostrad. Pukul 10.00 WIT tim Patroli tiba di Patok MM 12.3, dilanjutkan melaksanakan pengecekan dan pembersihan sekitar Patok, serta pengambilan dokumentasi.
Komandan Satgas, Mayor Inf Erwin Agung T.W.A., S.T. menyampaikan bahwa Patroli tersebut merupakan salah satu tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh Satgas selama bertugas di perbatasan RI-PNG. “Kegiatan Patroli dilakukan untuk mengecek kondisi dan keberadaan Patok serta menghindari tindakan-tindakan perusakan dan pergeseran Patok tapal batas kedua negara”, ungkapnya.(PEN MAYANGKARA)






SATGAS PAMTAS YONIF PARA RAIDER 503 KOSTRAD, CEGAH MALARIA DI PERBATASAN

Disamping masih adanya bahaya kelompok separatis bersenjata yang masih aktif, Satuan Tugas (Satgas) Yonif Para Raider 503 Kostrad yang saat ini sedang melaksanakan penugasan di daerah perbatasan RI-PNG juga dihadapkan dengan tantangan alam yang ekstrim, termasuk serangan nyamuk Anopheles.
Papua merupakan salah satu wilayah Indonesia yang saat ini ditetapkan sebagai wilayah endemik Malaria. Tidak sedikit prajurit terserang penyakit Malaria ketika melaksanakan penugasan di wilayah ini.
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa yang berasal dari gigitan nyamuk Anopheles, dimana parasit tersebut menyerang sel darah merah dan memakan hemoglobin. Penyakit tersebut ditandai dengan gejala demam dan menggigil, yang mana sangat berbahaya apabila penanganannya tidak tepat dan terlambat.
Berbagai upaya dilakukan oleh Komandan Satgas,  Mayor Inf Erwin Agung T.W.A, S.T., M.Tr (Han) agar prajuritnya tetap sehat dan terhindar dari penyakit, terutama penyakit Malaria. Salah satu upaya yang telah dilakukan yakni dengan melaksanakan fogging di Pos Toray yang berada di kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Kamis (23/3).
Kegiatan tersebut dipimpim dan diawasi langsung oleh Dokter Satgas, Letda Ckm Agil Tri Hutomo beserta 2 orang anggota kesehatan. Pelaksanaan fogging efektif membunuh nyamuk di sekitar pos dan lingkungan masyarakat terutama ditempat yang sering digunakan nyamuk untuk berkembang biak.
Rencananya fogging ini akan dilakukan pada setiap pos dan lingkungan masyarakat sekitarnya sebanyak satu kali dalam tiap bulannya. “Saya harap dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong peningkatan derajat kesehatan prajurit dan masyarakat di wilayah perbatasan”, ungkap Erwin.(PEN MAYANGKARA)


Rabu, 19 April 2017

BAHAS PATROLI BERSAMA, SATGAS PAMTAS YONIF PARA RAIDER 503 KOSTRAD ADAKAN PERTEMUAN DENGAN PNGDF

Satgas Pamtas Yonif Para Raider 503 Kostrad dari tim pos Soeta yang berjumlah 15 orang dibawah pimpinan Kapten Inf Arifianto selaku Wadan Satgas mendapat laporan dari babinsa Soeta, Serma Parno yang sedang melaksanakan kegiatan di sekitar patok MM 13 bahwa tentara PNGDF ingin bertemu dengan Wadan Satgas, Sabtu (25/3).
Dalam  pertemuan tersebut tidak ada koordinasi sebelumnya sehingga dari pihak Satgas Pamtas Yonif PR 503 Kostrad memberikan sikap tegas kepada PNGDF untuk dikemudian hari agar memberikan pemberitahuan terlebih dahulu dan membawa serta perwira dari pihak PNGDF apabila akan melaksanakan pertemuan.
Kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan dari pihak PNGDF berjanji akan berkoordinasi terlebih dahulu serta melibatkan perwira dalam kegiatan yang berikutnya.


PRAJURIT YONIF PR 503 KOSTRAD BANTU WARGA PERBATASAN TERJEBAK JALAN RUSAK


11 APRIL 2017, Satgas Pamtas Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 503/Mayangkara Kostrad dari Pos Yanggandur berjumlah enam orang dipimpin Serka Trianto selaku Wakil Komandan Pos Yanggandur memberikan tumpangan kepada masyarakat perbatasan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Satgas Pamtas Yonif PR 503 Kostrad berikan bantuan kepada masyarakat yang terjebak pada jalan rusak disekitar perbatasan akibat musim hujan. Hal tersebut mendapat respon positif dari masyarakat sekitar yang akan melaksanakan aktivitas.
Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan dengan masyarakat setempat, sehingga dapat tercapai sasaran pembinaan teritorial yang merupakan salah satu tugas pokok dari TNI AD kepada satuan yang bertugas di daerah penugasa,  khususnya Satgas Pamtas Yonif PR 503 Kostrad.(PEN MAYANGKARA)

Rabu, 05 April 2017

ANJANGSANA DALAM RANGKA HUT KE-71 PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA

Mojosari-  Anggota Yonif Para Parider 503/MK dan Penggurus Persit Kartika Candra Kirana Ranting 4 melaksanakan Kegiatan Anjangsana di desa binaan Yonif Para Raider 503/MK, Rabu (05/04) di Yayasan Yatim-piatu dan Dhuafa AL-IHKLAS Ds. Pekukuhan  Kec. Mojosari  Kab. Mojokerto
Dalam rangka memperingati HUT Persit Kartika Chandra Kirana dan mempererat silahturahmi,kepedulian dengan anak yatim yang berlokasi di Ds. Pekukuhan kurang lebih berjumlah 37 anak diantara lain 25 Laki-laki 12 Perempuan yang diasuh oleh Bpk M. Riduwan   dan Ibu khotijah Pemilik yayasan. kegiatan Anjangsana ini dipimpin oleh Praka H. Nur Amala dan Ibu ketua Ranting 4 Ny. Erwin Agung T.W.A. memberikan Bantuan sembako berupa mie instan, beras dan gula deserahkan secara simbolis

Bpk M. Riduwan menegaskan “kami sangat bersyukur sekali masih ada yang memperhatikan panti asuhan ini dan kami sangat berterimakasih atas bantuan sembako yang di berikan secara simbolis dan kami berharap jalinan silaturahmi ini selalu berjalan dengan lancar serta do’a kami kepada Persit Kartika Chandra Kirana dan kepda Bapak-bapaknya yang melaksanakan Tugas di Papua Agar diberi Keselamatan kesuksesan didalam melaksanakan Tugas-tugasnya dan selalu tetap jaya amin”.(PEN MAYANGKARA)


Senin, 03 April 2017

ZIARAH DI TMP MOJOKERTO

MOJOKERTO, Ibu-ibu Persit Kartika chandra Kirana Ranting 4 Yonif Para Raider 503/MK, pada hari Senin 3 April 2017 pukul 06.00 WIB menghadiri Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada Jl. Pahlawan Kota Mojokerto, dalam rangka Peringatan HUT Ke- 71 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2017.
Ketua Anak Ranting 4. Ibu Erwin Agung T.W.A selaku pimpinan rombongan dalam kegiatan ziarah dan tabur bunga.  Ibu Erwin Agung T.W.A selaku pimpinan rombongan tiba di tempat ziarah (TMP Gajah Mada).  Acara diawali dengan penghormatan kepada arwah Pahlawan, kemudian mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di tugu TMP oleh pimpinan rombongan ziarah kemudian ditutup dengan Penghormatan akhir kepada arwah Pahlawan, dilanjutkan tabur bunga di makam para Pahlawan.
Kegiatan ziarah merupakan salah satu bentuk / cara menghormati jasa-jasa para Pahlawan dan Pejuang yang telah berjasa dalam merebut kemerdekaan maupun mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan inipun merupakan salah satu bentuk kecintaan terhadap tanah air, memupuk jiwa kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme seperti yang telah dicontohkan para Pahlawan Pejuang pendahulu kita, dan dapat kita jadikan motivasi dan semangat dalam mendarmabhaktikan untuk mengisi kemerdekaan.(PEN MAYANGKARA)